Sebuah Pilihan

07 f 7

Di dunia ini selalu ada dua sisi seperti halnya mata uang. Positif dan Negatif, Pro dan Kontra, Ya dan Tidak. Hal ini tidak begitu penting, karena dua sisi kehidupan tersebut selalu ada dan tidak akan pernah hilang.

Yang terpenting adalah diri kita sendiri, kita semua mempunyai kesempatan untuk memilih.

Apapun pilihan anda pasti ada konsekwensi yang harus anda terima dengan rela dan lapang dada.

Anda pilih suara Positif, konsekwensinya seluruh hidup anda akan jadi Positif. Anda pilih suara Negatif, konsekwensinya seluruh hidup anda akan jadi Negatif.

Anda pilih suara Kontra, maka pikiran anda akan jadi Kontra juga dengan peluang yang ada ditangan anda. Anda pilih suara Pro, maka pikiran dan sikap anda otomatis akan terus mempelajari bagaimana untuk sukses.

Jadi semuanya adalah PILIHAN. Kita semua yang menentukan MAU YANG MANA ??

Tidak ada orang yang bisa mempunyai dua tuan atau dua master, anda harus pilih salah satu !! Pilih Positif atau Negatif, tidak bisa keduanya.

Pilih Pro atau Kontra, tidak bisa keduanya. Pilih Ya atau Tidak, tidak bisa keduanya. KENAPA ?? Sebab Departemen “Will Power” dipikiran kita hanya bisa memberikan “Sukses Power” kepada salah satu yang anda pilih.

Ada Sukses Positif dan ada Sukses Negatif, kembali lagi MAU PILIH YANG MANA ??

“Will” andalah yang menentukan “Message” ke “Subconscious” anda. Subconscious tidak bisa membedakan yang Benar dan Salah, tidak bisa membedakan yang Pro dan Kontra. Tidak bisa membedakan yang Positif dan Negatif.

Subconscious hanya bisa memproses “Output” pikiran yang anda pilih salah satu, dan tidak bisa memproses keduanya. Silahkan pilih yang anda mau !! Hidup ini adalah pilihan.

Memilih adalah hak semua orang, dan semua pilihan anda akan disaring oleh ALAM. Setiap pilihan ada “Guru” nya, ingin sukses di bidang apapun berarti kita harus menjalankan sitem kendaraan tersebut.

Dan yang menjalankan sistem tersebut adalah MANUSIA, kalau kita tidak bisa menjalankan sistemnya, berarti yang bermasalah adalah manusianya bukan istem atau kendaraannya.

Cuma banyak dari kita sering menyalahkan sistemnya, itulah “Attitude” manusia yang gagal pada umumnya.

Sistem atau Kendaraan apapun yang dijalankan oleh manusia yang “Negatif”, maka sistem tersebut akan negatif bagi dirinya. Karena memang yang salah bukan sistemnya, tetapi manusianya yang tidak mau merubah “Attitude Negative” nya.


Pembeli Istimewa

07 f 7

Pada suatu hari, ketika Jepang belum semakmur sekarang, datanglah seorang peminta-minta ke sebuah toko kue yang mewah dan bergengsi untuk membeli manju (kue Jepang yang terbuat dari kacang hijau dan berisi selai). Bukan main terkejutnya si pelayan melihat pelanggan yang begitu jauh sederhana di tokonya yang mewah dan bergengsi itu. Karena itu dengan terburu-buru ia membungkus manju itu. Tapi belum lagi ia sempat menyerahkan manju itu kepada si pengemis, muncullah si pemilik toko berseru, “Tunggu, biarkan saya yang menyerahkannya”. Seraya berkata begitu, diserahkannya bungkusan itu kepada si pengemis.

Si pengemis memberikan pembayarannya. Sembari menerima pembayaran dari tangan si pengemis, ia membungkuk hormat dan berkata, “Terima kasih atas kunjungan anda”.

Setelah si pengemis berlalu, si pelayan bertanya pada si pemilik toko, “Mengapa harus anda sendiri yang menyerahkan kue itu? Anda sendiri belum pernah melakukan hal itu pada pelanggan mana pun. Selama ini saya dan kasirlah yang melayani pembeli”.

Si pemilik toko itu berkata, “Saya mengerti mengapa kau heran. Semestinya kita bergembira dan bersyukur atas kedatangan pelanggan istimewa tadi. Aku ingin langsung menyatakan terima kasih. Bukankah yang selalu datang adalah pelanggan biasa, namun kali ini lain.” “Mengapa lain,” tanya pelayan. “Hampir semua dari pelanggan kita adalah orang kaya. Bagi mereka, membeli kue di tempat kita sudah merupakan hal biasa. Tapi orang tadi pasti sudah begitu merindukan manju kita sehingga mungkin ia sudah berkorban demi mendapatkan manju itu. Saya tahu, manju itu sangat penting baginya. Karena itu saya memutuskan ia layak dilayani oleh pemilik toko sendiri. Itulah mengapa aku melayaninya”, demikian penjelasan sang pemilik toko.

Konosuke Matsushita, pemilik perusahaan Matsushita Electric yang terkemuka itu, menutup cerita tadi dengan renungan bahwa setiap pelanggan berhak mendapatkan penghargaan yang sama. Nilai seorang pelanggan bukanlah ditentukan oleh prestise pribadinya atau besarnya pesanan yang dilakukan.

Seorang usahawan sejati mendapatkan sukacita dan di sinilah ia harus meletakkan nilainya.

Sumber: Dikutip dari “Konosuke Matsushita, Food For Thought”, dari buku Etos Bisnis dan Etika Manajemen


Hidup adalah Pilihan

07 f 7

Memilih untuk bahagia atau untuk sengsara. Memilih untuk dipulihkan atau untuk menyimpan kepahitan. Memilih untuk mengampuni atau untuk mendendam.

 

Hidup adalah masalah pilihan. Kebahagiaan semu bisa Anda dapatkan, yang sejati tak jauh dari jangkauan. Cinta kasih juga bisa Anda miliki, namun dendam dan amarah juga bisa Anda alami.

 

Persahabatan nan indah bukan impian, pengkhianatan dan kepahitan mungkin Anda dapati.

 

Hidup adalah masalah pilihan. Mengenai bagaimana Anda menjalani hidup. Mengenai bagaimana Anda menghabiskan seluruh waktu. Mengenai bagaimana Anda mencapai impian. Dan mengenai bagaimana Anda memandang kehidupan.

 


Ada orang yang menganggap kehidupan sebagai angin yang berhembus. Banyak yang datang dan yang pergi. Tak dapat ditebak, dan tak dapat diselami.

 

Ada pula yang menganggap kehidupan sebagai
medan peperangan. Di mana ia harus berjuang tanpa henti. Tanpa kedamaian di hati.

 

Sementara yang lain menganggap kehidupan sebagai kutuk dari Yang Mahakuasa. Hidup tak lagi berarti bagi dirinya. Ratap tak pernah jauh dari mulutnya. Air mata mengalir siang dan malam, sebab hanyalah duka nestapa yang ada.

 

Namun…Orang yang berbahagia menganggap kehidupan sebagai suatu emas yang mulia. Harta nan sangat berharga. Anugrah Ilahi yang tak tertandingi.

 

Dijalaninya hidup, dengan asa dan impian. Berjalan dalam jalan Sang Pencipta. Berserah sepenuhnya. Melangkah setapak demi setapak. Sampai didapatinya mahkota kemuliannya.

 

Hidup adalah masalah pilihan. Yang manakah yang Anda pilih?

Tanyalah pada diri sendiri.

Dan jalanilah hidup Anda…..


Jangan Pernah Berhenti Berbuat Baik

07 f 2

 

Dia hampir saja tidak melihat wanita tua yang berdiri di pinggir jalan itu, tetapi dalam cahaya berkabut ia dapat melihat bahwa wanita tua itu membutuhkan pertolongan. Lalu ia menghentikan mobil Pontiacnya di depan mobil Mercedes wanita tua itu, lalu ia keluar dan menghampirinya. 

Walaupun dengan wajah tersenyum wanita tua itu tetap merasa khawatir, karena setelah menunggu beberapa jam tidak ada seorang pun yang menolongnya. Apakah lelaki itu bermaksud menyakitinya? 

Lelaki tersebut penampilanya tidak terlalu baik, ia kelihatan begitu memprihatinkan. Wanita tua itu dapat merasakan kalau dirinya begitu ketakutan, berdiri sendirian dalam cuaca yang begitu dingin, sepertinya lelaki tersebut tau apa yang ia pikirkan. Lelaki itu berkata “saya kemari untuk membantu anda bu, kenapa anda tidak menunggu di dalam mobil bukankah di
sana lebih hangat? oh ..ya nama saya
Bryan?” yach memang dia sudah terlalu lelah apalagi untuk wanita setua dirinya hal ini benar-benar terasa berat.
 

Bryan masuk kedalam kolong mobil wanita tua itu untuk memperbaiki yang rusak Akhirnya ia selesai, tetapi dia kelihatan begitu kotor dan lelah, wanita tua itu membuka kaca jendela mobilnya dan berbicara kepadanya, ia berkata bahwa ia dari st louis dan kebetulan lewat jalan ini. Dia merasa tidak cukup kalau hanya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Wanita tua itu berkata berapa yang harus ia bayar, berapapun jumlahnya yang ia minta tidak menjadi masalah, karena ia membayangkan apa yang akan terjadi jika lelaki tersebut tidak menolongnya.
Bryan hanya tersenyum.
Bryan tidak mengatakan berapa jumlah yang harus dibayar, karena baginya menolong orang bukanlah suatu pekerjaan. Ia yakin apabila menolong seseorang yang membutuhkan pertolongan tanpa suatu imbalan suatu hari nanti Tuhan pasti akan membalas amal perbuatanya.
 

Ia berkata kepada wanita tua itu “Bila ia benar-benar ingin membalas jasanya, suatu saat nanti apabila ia melihat seseorang yang membutuhkan pertolongan maka tolonglah orang tersebut … dan ingatlah pada saya”.
Bryan menunggu sampai wanita tua itu menstater mobilnya dan menghilang dari pandangan.
 

Setelah berjalan beberapa mil wanita tua itu melihat kafe kecil, lalu ia mampir kesana untuk makan dan beristirahat sebentar. Seorang pelayan wanita datang dan memberikan handuk bersih untuk mengeringkan rambutnya yang basah. Wanita tua itu memperhatikan sang pelayan yang sedang hamil, dan masih begitu muda. Lalu ia teringat kepada
Bryan. Setelah wanita tua itu selesai makan dan sang pelayan sedang mengambil kembalian untuknya, wanita tua itu pergi keluar secara diam-diam.
 

Setelah kepergiannya sang pelayan kembali, pelayan itu bingung kemana wanita tua itu pergi, lalu ia menemukan secarik kertas di atas meja dan uang $1000. 

Ia begitu terharu setelah membaca apa yang ditulis oleh wanita tua itu: “Kamu tidak berhutang apapun pada saya karena seseorang telah menolong saya, oleh karena itulah saya menolong kamu, maka inilah yang harus kamu lakukan : Jangan pernah berhenti untuk memberikan cinta dan kasih sayang”. 

Malam ketika ia pulang dan pergi tidur, ia berfikir mengenai uang dan apa yang ditulis oleh wanita tua itu. Bagaimana wanita itu bisa tahu kalau ia dan suaminya sangat membutuhkan uang untuk menanti kelahiran bayinya? 

Ia tahu bagaimana suaminya sangat risau mengenai hal ini, lalu ia memeluk suaminya yang terbaring disebelahnya dan memberikan kecupan yang lembut sambil berbisik “semuanya akan baik-baik saja, I Love You Bryan”.(Segala sesuatu yang berputar akan selalu berputar). 

“Jangan pernah berhenti untuk berbuat baik”


Cara Berpikir Orang Sukses

07 f 2

“Successful people think differently than unsuccessful people” Ungkapan ini berusaha menjelaskan bahwa perbedaan utama antara orang sukses dan orang gagal ada pada cara berpikirnya. Mereka yang sukses adalah mereka yang selalu menggunakan kekuatan berpikir untuk terus memperbaiki hidupnya sehingga lebih baik. 

Orang-orang yang sukses ini adalah mereka yang memiliki tipe berpikir positif. Tipe berpikir orang-orang sukses ini adalah: 1. Big picture thinking bukan small thinkingCara berpikir ini menjadikan mereka terus belajar, banyak mendengar dan terfokus sehingga cakrawala mereka menjadi luas.  

2. Focused thinking bukan scattered thinkingSehingga dapat menghemat waktu dan energi, loncatan-locatan besar dapat mereka raih.  3. Creative thinking bukan restrictive thinkingProses berpikir kreatif ini meliputi: think-collect-create-correct-connect.  

4. Realistic thinking bukan fantasy thinkingMemungkinkan mereka meminimalkan risiko, ada target &  plan, security, sebagai Katalis dan memiliki Kredibilitas.  5. Strategic thinking bukan random thinkingSehingga simplifies, customize, antisipatif, reduce error and influence other dapat dilakukan.  

6. Possibility thinking bukan limited thinkingMereka dapat berpikir bebas dan menemukan solusi bagi situasi yang dihadapi. 7. Reflective thinking bukan impulsive thinkingMemungkinkan mereka memiliki integritas, clarify big picture, confident decision making.  

8. Innovative thinking bukan popular thinkingMenghindari cara berpikir yang awam untuk meraih sesuatu yang lebih baik.  9. Shared thinking bukan solo thinkingBerbagi pemikiran dengan orang lain untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. 

10. Unselfish thinking bukan selfish thinkingMemungkinkan mereka berkolaborasi dengan pemikian orang lain.  11. Bottom line thinking bukan wishful thinkingBerfokus pada hasil sehingga dapat meraih hasil berdasarkan potensi pemikiran yang dimiliki. 

Sumber: THINKING FOR A CHANCE oleh JOHN C. MAXWELL, WARNER BUSINESS BOOKS (2003)