Biodata Penulis

07 f 7

Muhammad Husain Haekal

SEJAK masa mudanya Haekal tidak pernah berhenti menulis; di samping masalah-masalah politik dan kritik sastra ia juga menulis beberapa biografi. Dari Kleopatra sampai kepada Mustafa Kamil di Timur, dari Shakespeare, Shelley, Anatole France, Taine sampai kepada Jean Jacques Rousseau dengan gaya yang khas dan sudah cukup dikenal. Setelah mencapai lebih setengah abad usianya, perhatiannya dicurahkan kepada masalah-masalah Islam. Ditulisnya bukunya yang kemudian sangat terkenal, Hayat Muhammad (Sejarah Hidup Muhammad) dan “Di Lembah Wahyu”. “Dua buku yang sungguh indah dan baru sekali dalam cara menulis sejarah hidup Muhammad, yang kemudian dilanjutkan dengan studi lain tentang Abu Bakr dan Umar. Suatu contoh bernilai, baik mengenai studinya atau cara penulisannya. Ini merupakan masa transisi dalam hidupnya”, demikian antara lain orang menulis tentang Haekal.

Pada mulanya Sejarah Hidup Muhammad ini telah menimbulkan reaksi hebat dan kritik tajam di kalangan bangsa Mesir dan dunia Islam umumnya. Tapi semua itu dihadapinya dengan tenang dan di mana perlu dijawabnya dengan penuh tanggung jawab dan rasional sekali.

Dilahirkan di desa Kafr Ghanam bilangan distrik Sinbillawain di propinsi Daqahlia, di delta Nil, Mesir, 20 Agustus 1888, Muhammad Husain Haekal, setelah selesai belajar mengaji Qur’an di madrasah desanya ia pindah ke Kairo guna memasuki sekolah dasar lalu sekolah menengah sampai tahun 1905. Kemudian meneruskan belajar hukum hingga mencapai lisensi dalam bidang hukum (1909). Selanjutnya ia meneruskan ke Fakultas Hukum di Universite de Paris di Perancis, lalu dilanjutkan pula sampai mencapai tingkat doktoral dalam ekonomi dan politik dan memperoleh Ph. D. dalam tahun 1912 dengan disertai La Dette Publique Egyptienne. Dalam tahun itu juga ia kembali ke Mesir dan bekerja sebagai pengacara di kota Mansura, kemudian di Kairo sampai tahun 1922.

Semasa masih mahasiswa sampai pada waktu menjalankan pekerjaannya sebagai pengacara, ia terus aktif menulis dalam harian-harian Al-Jarida yang dipimpin oleh Ahmad Lutfi as Sayyid, As-Sufur dan Al-Ahram. Umumnya ia menulis dalam masalah-masalah sosial dan politik, di samping juga memberikan kuliah dalam bidang ekonomi dan hukum perdata (1917-22). Tahun itu juga ia dipilih sebagai pemimpin redaksi harian As-Siasa sebagai organ resmi Partai Liberal. Dalam tahun 1926 mendirikan mingguan As-Siasa, yang dalam bidang kulturil besar sekali pengaruhnya ke seluruh negara-negara Arab. Ia aktif dalam bidang jurnalistik sampai tahun 1938.

Karya-karya Haekal menduduki tempat penting dalam perpustakaan-perpustakaan berbahasa Arab. Penulisan novel modern dimulai Haekal. Kemudian ia menulis serangkaian sejarah Islam dan biografi di samping masalah-masalah politik. Buku-bukunya dalam sejarah Islam merupakan sumber penting dalam studi keislaman.

Secara kronologis karya-karya Haekal adalah sebagai berikut: Zainab (novel), 1914, Jean Jacques Rousseau (dua jilid), 1921-23; Fi Auqat’l-Firaqh (“Diwaktu senggang”), 1925; “Asyarata Ayyam fis-Sudan” 1927; Tarajim Mishria wa Gharbia (“Biografi orang orang Mesir dan Barat”), 1929; Waladi (“Anakku”), 1931; Thaurat’l-Adab, 1933 ; Hayat Muhammad (“Sejarah Hidup Muhammad”), 1935; Fi Manzil’l-Wahy (“Di lembah Wahyu”), 1937; Asy-Shiddiq Abu Bakr, 1942; Al Faruq ‘Umar (“‘Umar ibn’l-Khattab”) (dua jilid). 1944-45; Mudhakkirat fis-Siasat’l-Mishria (“Memoir tentang Politik Mesir”) (dua jilid), 1951-53; Hakadha Khuliqat, 1955; Al-Imbraturia al-Islamia wal-Amakin al-Mugaddasa fisy-Syarq’ l-Aushat (“Commonwealth Islam dan tempat-tempat Suci di Timur Tengah”) (kumpulan studi), 1960; Asy-Syarq’ l-Jadid (kumpulan studi), 1963; ‘Uthman bin ‘Affan, 1964; Al-Iman, wal-Ma’rifa wal-Falsafa (“Tentang Iman, Ma’rifat dan Filsafat”) (kumpulan studi), 1965; Qisas Mishria (“Cerpen-cerpen Mesir”), 1969.

Novelnya Zainab, yang mengisahkan kehidupan petani Mesir, mula-mula ditulisnya semasa ia masih mahasiswa di Paris, dan pada hari-hari libur sebagian ditulisnya di London dan di Jenewa, Swis; telah dibuat film dan dalam festival film internasional di Jerman (1952) Die Liebesromanze der Zenab ini yang ditulisnya sebagai kenangan kepada tanah air dan masyarakat di kampungnya, dalam dua kali pertunjukkan telah mendapat sambutan yang luar biasa dan telah terpilih pula sebagai film yang paling berhasil, dilukiskan sebagai “Egyptische Welturauffuhrung in Berlin”.

Dalam tahun 1943 ia terpilih sebagai ketua Partai Liberal Konstitusi (Liberal Constitutional Party), yang dipegangnya sampai tahun 1952.

Tahun 1938 ia menjabat Menteri Negara, kemudian Menteri Pendidikan, lalu Menteri Sosial. Sesudah itu menjadi Menteri Pendidikan lagi dalam tahun 1940 dan 1944. Pada permulaan tahun 1945 ia terpilih sebagai ketua Majelis Senat sampai tahun 1950.

Berkali-kali mengetuai delegasi mewakili negaranya di PBB dan dalam konperensi-konperensi internasional, dalam Interparliamentary Union dan secara pribadi terpilih pula sebagai anggota panitia eksekutif lembaga tersebut.

Beberapa buku dan disertasi tentang sejarah hidup Dr. Haekal telah terbit, diantaranya: Beberapa studi tentang Dr. Haekal, oleh beberapa penulis (1958).

· Mohammed Hussein Haekal, oleh Baber Johansen, sebuah thesis, Universitas Berlin, 1962.
· Dr. Mohammad Hussein Haekal, oleh Taha Wadi’, thesis, Universitas Kairo (Fakultas Sastra), 1965.
· Dr. Mohammed Hussein Haekal, oleh Charles Smith, sebuah thesis, Universitas Michigan, Amerika Serikat, 1968.

Dr. Haekal seorang pengarang yang produktif, baik dalam bidang sastra, kemasyarakatan, maupun politik, yang disiarkan selama ia aktif dalam jurnalistik. Banyak juga naskah-naskahnya yang belum disiarkan.

Kembali aktif menulis dalam harian-harian Al-Mishri, dan Al-Akhbar sejak 1953 hingga wafatnya. Meninggal pada 8 Desember 1956.


Sebuah Pilihan

07 f 7

Di dunia ini selalu ada dua sisi seperti halnya mata uang. Positif dan Negatif, Pro dan Kontra, Ya dan Tidak. Hal ini tidak begitu penting, karena dua sisi kehidupan tersebut selalu ada dan tidak akan pernah hilang.

Yang terpenting adalah diri kita sendiri, kita semua mempunyai kesempatan untuk memilih.

Apapun pilihan anda pasti ada konsekwensi yang harus anda terima dengan rela dan lapang dada.

Anda pilih suara Positif, konsekwensinya seluruh hidup anda akan jadi Positif. Anda pilih suara Negatif, konsekwensinya seluruh hidup anda akan jadi Negatif.

Anda pilih suara Kontra, maka pikiran anda akan jadi Kontra juga dengan peluang yang ada ditangan anda. Anda pilih suara Pro, maka pikiran dan sikap anda otomatis akan terus mempelajari bagaimana untuk sukses.

Jadi semuanya adalah PILIHAN. Kita semua yang menentukan MAU YANG MANA ??

Tidak ada orang yang bisa mempunyai dua tuan atau dua master, anda harus pilih salah satu !! Pilih Positif atau Negatif, tidak bisa keduanya.

Pilih Pro atau Kontra, tidak bisa keduanya. Pilih Ya atau Tidak, tidak bisa keduanya. KENAPA ?? Sebab Departemen “Will Power” dipikiran kita hanya bisa memberikan “Sukses Power” kepada salah satu yang anda pilih.

Ada Sukses Positif dan ada Sukses Negatif, kembali lagi MAU PILIH YANG MANA ??

“Will” andalah yang menentukan “Message” ke “Subconscious” anda. Subconscious tidak bisa membedakan yang Benar dan Salah, tidak bisa membedakan yang Pro dan Kontra. Tidak bisa membedakan yang Positif dan Negatif.

Subconscious hanya bisa memproses “Output” pikiran yang anda pilih salah satu, dan tidak bisa memproses keduanya. Silahkan pilih yang anda mau !! Hidup ini adalah pilihan.

Memilih adalah hak semua orang, dan semua pilihan anda akan disaring oleh ALAM. Setiap pilihan ada “Guru” nya, ingin sukses di bidang apapun berarti kita harus menjalankan sitem kendaraan tersebut.

Dan yang menjalankan sistem tersebut adalah MANUSIA, kalau kita tidak bisa menjalankan sistemnya, berarti yang bermasalah adalah manusianya bukan istem atau kendaraannya.

Cuma banyak dari kita sering menyalahkan sistemnya, itulah “Attitude” manusia yang gagal pada umumnya.

Sistem atau Kendaraan apapun yang dijalankan oleh manusia yang “Negatif”, maka sistem tersebut akan negatif bagi dirinya. Karena memang yang salah bukan sistemnya, tetapi manusianya yang tidak mau merubah “Attitude Negative” nya.


Saya Manusia Biasa

07 f 7

Tiba-tiba Yulli marah-marah, menutup telepon dengan keras dan melemparkan sebuah pena yang hampir mengenai meja ku …. suasana kantor menjadi semakin gaduh saat itu. Beberapa hari yang lalu Yulli baru saja memutuskan hubungan cintannya yang sudah berjalan lebih dari 4 tahun itu. Yulli berencana untuk menjauhi laki-laki yang selama ini justru selalu menjadi pengganggu pikirannya. Ia sudah lama kehilangan rasa cintanya terhadap pria berdarah
Palembang itu, konon Pria itu sering memperlakukan Yulli dengan sangat kasar bila pria itu marah.
 

Saya sebagai teman dekat, mencoba untuk menghibur kegundahan hatinya, beberapa saat Ia tidak menginginkan untuk menceritakan hal itu, namun setelah beberapa hari Ia datang sendiri kerumahku untuk menceritakan segumpal masalah yang menyesakkan hatinya selama ini. 

Ia memulai kalimat-kalimatnya dengan menangis, Ia sangat terpukul sekali dengan masalah pribadinya. “Beberapa tahun lalu Yulli sangat mencintai dan percaya penuh dengan pria itu, apapun yang Ia inginkan selalu Yuli berikan”.  

Permulaan cerita itu membuat saya langsung saja dapat menebak maksud cerita Yulli, ketika saya berusaha meyakinkan pikiran saya dengan menekankan suara tanya saya kepadanya, Yulli malah semakin menangis tersendak.  

Yulli salah satu korban seperti ratusan perempuan yang terkena tipu daya laki-laki, selama waktu Ia berpacaran, Ia hanya sebagai tempat pelampiasan hawa nafsu pacarnya. Yulli adalah perempuan muda yang belum memiliki prinsip yang kuat, Ia hanya terjerumus oleh “trend” dan
gaya hidup masa kini.
 

Saya sendiri merasa seperti terpukul mendengar cerita itu, saya sebagai seorang pria pun merasakan penderitaan Yulli yang sangat miskin pengetahuan akan agama itu. Lantas aku bertanya kepadanya : “kamu tahu
kan seberapa besar dosanya melakukan hal itu?” saya tidak tahu, benar apa tidak perkataan saya tadi, yang jelas hanya kalimat itulah yang muncul difikiran saya saat mendengarkan ceritanya.
 

Meski saya sangat marah mendengar cerita itu, namun saya mencoba untuk tidak mengeluarkan kata-kata yang akan menambah kesedihannya. Sesekali  saya hanya mencoba mengeluarkan kata-kata bijak untuknya, saya hanya mencoba memberikan motivasi untuk kehidupannya esok harinya. 

Namun dibalik semua perkataan saya saat itu, saya merasakan kegagalan yang besar bagi diri saya, saya merasa tidak mampu menjaga seorang teman baik. Saya mengenal Yulli lebih lama dibanding Pria liar itu, namun saya tidak sanggup menjaga Yulli dan keutuhan kehidupannya.  

Saya hanya berujar “keputusanmu untuk meninggalkannya adalah sebuah keputusan besar yang bijak buat diri mu, mungkin mahkota itu telah direnggutnya, namun hati kecilmu masih menyisakan kekayaan moral dan kebaikan” Yulli saat itu merasakan tidak mampu melakukan apa-apa lagi, Ia merasa seperti orang yang tidak memiliki arti lagi, namun Ia tidak mampu bila harus memilih terus bersama dengan pria yang sering kali menyakitinya. Yulli sedih sekali bila Ia mengingat bahwa pacarnya hanya baik kepadanya bila Ia sedang menginginkan sebuah hubungan itu dengan Yulli. 

Entah kenapa saat itu saya sangat ingin sekali menolongnya, saya ingin membuat Yulli menjadi tidak frustasi lagi, membuat Yulli menjadi semangat lagi, dan membuat Yulli kembali kepada ajaran agama serta tobat kepada-Nya. 

Entah apa yang saya pikirkan, entah benar atau tidak, waktu itu saya langsung berjanji bersedia untuk menikahinya dan tetap berada disampingnya dalam keadaan apapun. Mungkin waktu itu saya terlalu berlebihan, namun saya merasakan kepedihannya yang amat dalam. Disamping itu saya memiliki dua orang kakak perempuan, saya hanya merasakan bagaimana bila kejadian itu terjadi kepada kedua kakak saya. 

Hari terus berjalan, pekan demi pekan berganti serta bulan demi bulan kami lalui. Semula kami menjalani hubungan itu dengan baik, kami tidak pernah ribut dan keadaan Yulli mulai membaik. Keinginannya untuk mempelajari kitab suci semakin tinggi, kedisiplinannya di Agama semakin membaik terutama Ibadah sholat dan berpuasa. 

Sampai pada suatu ketika sebuah hal mulai menjalar merasuki hubungan kami berdua. Entah apa salah saya, hingga orang tua dan keluarga Yulli mulai mencoba mengatur kehidupan saya dan Yulli. Mereka mulai menjalani adat-istiadat jawa yang terkesan kuno dan mengekang. Bagi saya, hati saya mulai mencintai Yulli dengan sepenuh hati, namun perinsip kuno itu membuat saya menjadi melihat beberapa hal yang lebih nyata di diri Yulli.  

Yulli tidak mampu mendeskripsikan secara baik mengenai diri dan keberadaan saya kepada keluargannya. Awalnya saya mencoba menerima hal-hal kecil tersebut, namun semakin hari saya semakin melihat kosongnya keteguhan dan prinsip dari diri seorang Yulli. 

Yulli memang seorang wanita modern yang sama sekali tidak memiliki prinsip, Ia anak tertua namun selalu berada dibawah aturan adik-adiknya. Yulli tidak dapat berkompromi dan bernegosiasi dengan keluargannya tentang kehadiran saya. Hingga seringkali adik-adiknya mencoba ikut mengatur dan menasehati saya.  

Dalam keterhimpitan posisi saya, pikiran saya hanya memberikan jawaban : “ternyata ini adalah jawaban mengapa Yulli menerima pacarnya itu untuk menidurinya” Ia tidak memiliki perinsip, Ia tidak memiliki keteguhan hati, Ia sangat naif dan tidak dapat memimpin dirinya sendiri. 

Mungkin saya sangat hilaf saat itu, mencoba menanggung apa yang bukan saya lakukan. Hingga pada kenyataannya saya selalu terbayang dengan “hubungan mereka” dan segudang pertanyaan tentang itu semua. Hinggga setiap ada masalah diantara kami saya cenderung langsung sensitif dan berfikir yang bukan-bukan.  

Saya memang manusia biasa, saya pun seorang pecundang. Saya berani mengambil keputusan tanpa pernah mengukur kesanggupan diri ini untuk menerima resikonya. Hingga pada suatu saat, saya mendengar cerita teman saya tentang hubungan cintanya. Ia memutuskan pacarnya yang “susah diatur” dengan alasan :  

“kenapa pusing-pusing untuk berusaha merubah orang, sementara untuk merubah diri sendiri pun sudah sangat susah, ya sudah cari aja yang lain yang memang minimal sudah 80% sikap dan sifatnya sama dengan kita”.  

Sebulan masalah mengenai keluarga itu telah ada di sekeliling hubungan kami. Meski saya sangat membutuhkan masukan, saya mencoba untuk tidak menceritakan kepada sahaba-sahabat saya mengenai keaslian cerita yang saya alami. 

Saya merasakan kebimbangan yang mendalam, hingga saya beberapa kali berfikir :  

“sebenarnya saya rela untuk mengabdikan diri ini untuk kehidupan Yulli dan semua keputusan saya saat itu, tapi biarkan saya untuk berprilaku apa adanya, tanpa desakkan kalian pun (keluarga Yulli) saya sudah sangat merasa bimbang”.  

Memang saya terus-menerus merasakan kebimbangan, karap kali saya selalu berfikir mengenai keputusan saya itu. Tak jarang pula ego saya meuncul seolah saya sudah cukup besar memberikan budi baik terhadap Yulli. 

Setahun sebelum kisah saya dengan Yulli, saya pun pernah mengalami kegagalan dengan perempuan lain bernama Erna. Waktu itu, ketika saya sudah sangat mencintainya dan bersusah payah menjaga kehormatannya selama 4 tahun, Ia menikah dengan orang lain teman sekantornya. Saya berfikir : 

“Suratan apa yang sedang Tuhan berikan kepada saya, disaat saya telah menjaga kehormatan seorang perempuan selama bertahun-tahun pada hubungan saya lalu, yang selalu menjalankan hubungan cinta di jalan-Mu, tetapi perempuan itu justru pergi menikah dengan pria lain. Sementara saat ini Engkau kirimkan kepadaku seorang wanita yang pernah melewati rambu-rambu yang telah Engkau tetapkan”   

Saya merasa hancur melihat seluruh jalan hidup saya ini, hingga pada saatnya saya mencoba menjauhi Yulli tanpa pernah berani untuk memberikan ketegasan tentang kelanjutan hubungan itu. Saya merasakan bahwa saya sangat pengecut, tapi saya sangat tidak tahu harus berbuat apa lagi. Sementara saya tidak sanggup mengatakan apa-apa lagi kepada Yulli, saya tidak sanggup melihat air matanya untuk yang kedua kalinya, untuk itu saya pergi begitu saja. 

Maafkan saya Yulli…………. 

Maafkan saya Tuhan……..  

Bukan maksud saya menyakiti salah satu hamba-Mu, untuk keputusan itu saya hanya mengharapkan surga-Mu, benar-benar untuk surga-Mu, bukan murka-Mu. Namun mental ini terpaksa rapuh oleh hujan cobaan yang belum semua dapat saya hadapi. Karena saya manusia biasa ………… 

Sumber : Kisah Seseorang


TEST KEMAMPUAN ANDA

07 f 7

TEST 01


Ada seorang pria yang tinggal di lantai paling atas di sebuah apartemen yang sangat tinggi. Setiap hari ia menggunakan lift menuju ke lantai dasar, meninggalkan apartemen itu lalu pergi bekerja. Sekembalinya dari kerja, ia hanya bisa naik ke separuh perjalanan saja, sisanya ia harus berjalan kaki menggunakan tangga, kecuali hari sedang hujan. Mengapa? (Ini mungkin adalah teka-teki klasik yang paling terkenal dari sekian banyak teka-teki berpikir lateral yang ada. Meski terdapat banyak kemungkinan jawaban yang sesuai dengan kondisi-kondisi di atas, namun hanya ada sebuah jawaban “resmi” yang benar-benar memuaskan.



TEST 02

Seorang pria menggunakan pakaian berwarna serba hitam, celana hitam, sepatu hitam, kaos kaki hitam, sarung tangan hitam, dan kacamata hitam. Ia berjalan di sebuah lorong hitam. Seluruh lampu di lorong itu padam total. Kemudian, sebuah kendaraan berwarna hitam dengan lampu yang juga padam meluncur memasuki lorong. Namun tepat di depan orang itu kendaraan berhenti. Bagaimana mungkin pengendara kendaraan bisa melihat lelaki itu?



TEST 03

Mengapa lubang penutup rol jalan tidak berbentuk persegi, melainkan bulat ? (Sebenarnya ini lebih merupakan pertanyaan logika ketimbang lateral, namun pertanyaan ini adalah teka-teki menarik yang bisa dipecahkan menggunakan tehnik berpikir lateral. Sebuah perusahaan perangkat lunak terkenal diketahui menggunakannya sebagai pertanyaan dalam wawancara dengan calon karyawan mereka.)



TEST 04

Seorang pria pergi ke sebuah pesta dan minum beberapa gelas punch (semacam minuman campuran dengan es batu). Tak lama kemudian ia pergi meninggalkan pesta. Semua orang lain dalam pesta itu yang juga minum punch meninggal karena keracunan. Mengapa pria tadi tidak ikut meninggal?



TEST 05

Seorang pria masuk ke sebuah bar dan meminta segelas air putih pada bartender. Segera saja bartender itu mengeluarkan senapan dan menondongkannya pada pria itu. Pria itu malah mengucapkan “terima kasih” lalu meninggalkan bar. (Teka-teki ini dianggap sebagai teka-teki terbaik dalam kategorinya. Jawabannya benar-benar sederhana, mengejutkan dan memuaskan. Kebanyakan orang berusaha keras untuk memecahkan teka-teki ini sebelum mereka menyukai jawaban memuaskan yang diberikan. Untuk mengukur kemampuan anda, silakan periksa jawabannya di bawah ini.



TEST 06

Seorang importir menerima kiriman barang dari luar negeri. Ia lupa berapa banyak barang yang ia pesan dan berapa harga masing-masing barang tersebut. Ia hanya ingat bahwa total harga barang tersebut adalah 1.111.111. Berapa banyak barang yang ia pesan dan berapa harga masing-masing barang tersebut ?



TEST 07


Ada sepuluh tumpuk batang emas, dan masing-masing tumpuk terdiri dari sepuluh batang emas. Setiap batang emas asli memiliki berat 1 Kg, dan setiap batang emas campuran memiliki berat kurang 1 gram dari emas yang asli.
Salah satu tumpukan adalah tumpukan batang emas yang semuanya batangan emas campuran. Berapa kali penimbangan yang tercepat yang dapat dilakukan ? Ingat bahwa ada 10 tumpukan dengan10 batang emas pada masing-masing tumpukan, jadi semuanya ada 100 batang emas. Pertanyaan ini pertama kali saya dapatkan dari guru matematika SMP saya.



TEST 08

Jika Anda mempunyai 5 pasang kaus kaki berwarna hitam, dan 7 pasang kaus kaki berwarna abu-abu, dan semuanya tersimpan menjadi satu dalam satu tempat. Berapa kali Anda harus mengambil agar Anda mendapatkan sepasang kaus kaki yang berwarna sama ? Ini adalah pertanyaan termudah yang seharusnya bisa Anda jawab dengan benar.



TEST 09

Ini adalah salah satu strategi perang jaman dulu yang masih sering ditiru oleh hampir semua negara. Asal strategi ini dari daratan
China. Berikut adalah simulasinya.
Anda menjadi komandan perang yang membawahi 3 (tiga) buah barisan pasukan dengan kekuatan yang berbeda-beda, yang pertama sangat kuat, yang kedua sedang, dan yang ketiga lemah. Anda juga tahu bahwa kekuatan musuh pun seperti Anda terdiri dari tiga barisan pasukan, yang kuat, sedang dan lemah. Dapatkah Anda memenangkan perang tersebut ?


KISAH BENAR – WASIAT BUAT ISTERI TERSAYANG…..

07 f 7

Semoga cerita ini dapat kita ambil sebagai pengajaran. InsyaAllah.Buat semua, pada yang dah berkahwin,baru nak kawin ataupun akan kawinnanti,kisah nie biarlah tersemat didalam jiwa…Kira-Kira 15 hari yang lalu, seorang hamba Allah (si A),telah pun kembalike rahmatullah secara mengejut (kerana sakit jantung).Allahyarham adalahmerupakan seorang yang amat dihormati dan disegani di kampung beliau.Semasa jenazah Allahyarham diletakkan di ruang tamu rumahnya sementaramenunggu untuk diuruskan oleh saudara mara dan sahabat handai, isteriAllahyarham tidak berhenti-henti meratapi jenazahnya sambil merungut-rungut.Si penulis (penulis asal cerita ini) yang kebetulan anak saudaraAllahyarham, ada di sebelah balu Allahyarham pada ketika itu.Beliau merasaamat hairan dengan sikap balu arwah itu. Si balu sepatutnya membacaayat-ayat suci al-Quran untuk dihadiahkan kepada arwah.Kira-kira 10 minitkemudian, kakak ipar arwah (kakak balunya)pun sampai.Beliau turut merasa hairan dengan sikap adiknya yang meratapi dan merungutitu, lantas beliau melarang adiknya berbuat demikian sambil bertanyaakan sebabnya.Penulis yang masih berada disitu merasa amat terkejut apabila mendengarjawapan yang diberikan oleh balu Allahyarham itu.Antara jawapannya ialah:Suaminya tidak membuat
surat wasiat (yang sebenarnya ada).Tanah pusaka
milik suaminya tidak sempat ditukarkan ke nama beliau dananak-anaknya.Suaminya tidak sempat memindahkan saham syarikat suaminyabersama-sama adik-adiknya kepada beliau (Allahyarham memegang sahamsebanyak 50% dan 5 orang adik-adiknya memegang 10% setiap seorang).Untuk makluman, arwah adalah seorang yang agak berjaya dalam perniagaannya.Syarikat yang diuruskan oleh arwah sangat maju dewasa ini.Di samping itu,arwah memiliki kira-kira 12 ekar tanah dipinggir Putra Jaya dan kira-kira50 ekar di sekitar kawasan Sepang/Dengkil.Setelah seminggu arwah dikebumikan, peguam arwah memanggil waris-warisnyauntuk dibacakan
surat wasiat arwah. Penulis juga turut dipanggil tanpa
mengetahui akan sebabnya. Allahyarham mempunyai 4 orang anak, yang sulongmasih lagi bersekolah di tingkatan 4 manakala yang bongsunya berusia 6 tahun.Antara kandungan
surat wasiat Allahyarham ialah: 30% syer perniagaannya
diserahkan kepada anak saudara perempuannya yang juga ahli perniagaan,dan20% lagi diagihkan sama rata kepada anak-anaknya dengan anak saudaraperempuannya sebagai pemegang amanah.Tanah pusakanya seluas 10 ekar di pinggir Putra Jaya dibahagikan sama ratakepada anak-anak perempuannya (2 orang) dan 2 ekar untuk anak saudaralelakinya yang juga pemegang amanah untuk anak-anak perempuannya.Anak-anak lelakinya yang berumur 14 dan 10 tahun, diberikan tanah 15 ekarseorang dengan saudara lelakinya sebagai pemegang amanah.Saham-sahamnyadiserahkan kepada anak-anaknya dan dibahagikan mengikut hukum syarak, dandiuruskan oleh saudara perempuannya yang diberi 20%.Wang tunainya di bank (persendirian diamanahkan kepada kakaknya untukmenampung pembiayaan anak-anaknya jika isterinya tidak berkahwin lagi.Jika isterinya berkahwin lagi, beliau meminta peguamnya meminta mahkamahmemberikan hak penjagaan anak-anaknya kepada kakaknya. Rumah dan tapakrumahnya diwakafkan untuk anak-anak yatim Islam dan sebuah surau,danhendaklah diserahkan kepada Majlis Agama Islam. Harta-hartanya yang lainiaitu 2 buah kereta diberikan kepada adik lelakinya yang ketiga dan kelima;manakala baki tanah 20 ekar dibahagikan sama rata kepada adik-adik dan kakaknya.Setelah selesai wasiat tersebut dibaca, isterinya membantah keras keranatiada satu pun harta yang diserahkan kepadanya melainkan sebuah proton sagayang tidak dimasukkan dalam wasiat tersebut (yang memang digunakanoleh isterinya).Belum sempat isterinya terus membantah, peguam Allahyarham membacakan satukenyataan mengenai isterinya yang terkandung dalam wasiat itu.“Isteriku tidak akan kuberikan apa-apa kecuali pengampunan.Terlalu banyakdosanya kepadaku. Maka pengampunan adalah hadiah yang paling berharga.”“Tidak pernah aku merasa masakannya sejak mula berkahwin walaupun pernahaku suarakan. Tiada belas kasihan terhadap aku, baik semasa sakit apatahlagi jika aku sihat.”“Herdik dan tengking kepada aku dan anak-anak adalah lumrah. Keluar rumahtidak pernah meminta kebenaran daripada aku. Makan dan minum anak-anakadalah tanggungjawab bibik (pembantu rumah).Kain bajuku tidak pernahdiuruskan, dan yang paling menyedihkan, tiada mahunya dia mendengarpandangan dan nasihatku untuk kesejahteraan rumahtangga.”“Kebahagiaan aku selama ini hanya dengan amalanku,tugasseharianku,anak-anakku dan adik-beradikku, terutama kakakku (yang sebagaipengganti ibu).”Selepas peguam Allahyarham membacakan kenyataan itu,barulah penulis fahammengapa balu Allahyarham begitu meratap dan merungut semasa berada disisijenazahnya. Marilah kita renungi bersama.Semoga dengan apa yang terjadi diatas,akan memberikan satu pengajaran yang berguna kepada kita sebagai umat Islam-she should be thankful….. she got the forgiveness from her husband-Dari Abdullah bin ‘Amr r.a., Rasulullah s.a.w.bersabda,“Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..!